Kamis, 30 Desember 2010

Dirut PLN : PLTA Peusangan untuk Kebutuhan Listrik di Gayo

Mon, Dec 20th 2010, 11:25


Direktur Utama PT PLN Pusat, Dahlan Iskan (paling kiri) mendengar penjelasan dalam ekpos aspek teknis PLTA Peusangan I dan II dari seorang Konsultan Nippon KOI Jepang di Objek Wisata Pantan Terong, Takengon, Aceh Tengah, Sabtu (18/12). Dahlan Iskan bersama dengan para direktur dan General Manager (GM) PT PLN meninjau kesiapan Proyek PLTA Peusangan I dan II di Takengon sebelum dimulainya pembangunan fisik pada Februari 2011. PLTA Peusangan I dan II diperkirakan mampu menghasilkan daya listrik 86 hingga 88 megawatt (MW). SERAMBI/JALIMIN


TAKENGON - Sebagian besar energi listrik yang dihasilkan oleh Perusahaan Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan I dan Peusangan II di Takengon akan dipasok untuk kebutuhan listrik di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Pernyataan itu disampaikan oleh Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Dahlan Iskan dalam pertemuan dengan pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah di Takengon, Sabtu (18/12) malam.

Dikatakan Dahlan, pemerintah pusat sangat serius membangun pembangkit listrik tenaga air di Aceh Tengah guna mengatasi krisis listrik di daerah dingin tersebut. Selama ini, katanya, kebutuhan energi listrik di dataran tinggi Gayo dipasok melalui jaringan interkoneksi dari Medan Sumatera Utara. “Setelah PLTA Peusangan beroperasi, maka energi listrik yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan warga Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah,” katanya.

Berbeda dengan PLTA Asahan, Sumatera Utara, kata Dahlan, energi listrik yang dihasilkan tidak dapat dinikati oleh masyarakat setempat, sedangkan pembangkit listrik Peusangan I dan PLTA Peusangan II Takengon diperioritaskan terlebih dahulu untuk kepentingan masyarakat setempat. “PLTA Peusangan I dan Peusangan II akan memberikan perioritas kebutuhan listrik di dataran tinggi Gayo,” ujar Dahlan Iskan.

Kelebihan energi listrik yang dihasilkan pada PLTA Peusangan I dan Peusangan II, katanya, akan disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) ke jaringan trans Sumatera dari Gardu Induk (GI) di Takengon ke Kabupaten Bireuen dan melintasi Kabupaten Bener Meriah.

“Insya Allah, PLN sendiri sudah siap, mulai bulan Februari mendatang, kita telah mulai mengerjakan pembangunan fisik PLTA Peusangan I dan II yang menghasilkan tegangan arus listrik bagi kebutuhan daerah ini,” jelas Dirut PT PLN itu.

Sebelumnya, pada acara temu ramah dengan unsur Muspida plus Pondok Laguna Kota Takengon, Direktur Perencaan dan Teknologi PT PLN Persero, Nasri Sebayang menyebutkan, PT PLN yang didukung pendanaan oleh Japan Bank International Coorporation (JBIC) dan Konsultan teknis Nippon KOI Jepang akan terus melanjutkan proyek PLTA Peusangan I dan II yang sempat tertunda 10 tahun, akibat konflik Aceh.

Nasri mengatakan, bila pembangunan fisik PLTA Peusangan I dan Peusangan II sudah rampung, diperkirakan dapat menghasilkan daya sebesar 86-88 mega watt (MW) yang dihasilkan oleh dua turbin.

Daya yang dihasilkan itu, nantinya akan dialirkan ke Kota Takengon dan sebagian akan dialirkan melalui jaringan tegangan tinggi (SUTT) 150 KV menuju Kabupaten Bireuen untuk disambung (koneksi) ke sistem trans Sumatera dan sebagiannnya masuk kembali lagi ke Kabupaten Aceh Tengah. “Dengan selesainya Proyek PLTA Peusangan I dan II, maka kita harapkan di dua Kabuapten Aceh Tengah dan Bener Meriah akan surplus energi listrik,” katanya.

Nasri mengharapkan dukungan penuh warga Aceh Tengah untuk menjaga ekosistem Danau Laut Tawar dan daerah aliran sungai (DAS) Peusangan, sehingga debit air Sungai Peusangan sebagai pemutar turbin selalu mencukupi. “Dengan memelihara hutan dan menjaga keseimbangan lingkungan, maka DAS Peusangan akan bisa hidup beribu-ribu tahun lagi,” ujar Nasri Sebayang.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan, seluruh elemen masyarakat sangat mendukung penyelesaian pembangunan PLTA Peusangan I dua Peusangan II, bahkan proyek pengadaan energi lisrik tersebut sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Gayo.

“Kebutuhan energi listrik semakin hari semakin bertambah, sedangkan pasokan listrik terbatas. Bila pembangkit energi listrik tidak dibangun di tempat kita, maka dalam beberapa tahun ke depan, kita akan sulit mendapatkan pasokan energi listrik ke rumah warga, “ ungkap Nasaruddin.

Hal yang sama dikatakan Wakil Bupati Bener Meriah H Sirwandi Laut Tawar SmIk SSos. Selama ini, katanya, masyarakat selalu mengeluhkan tentang pelayanan listrik, karena hampir dalam setiap harinya aliran listrik itu sering terputus. “Intinya, kita akan dukung semua pembangunan listrik untuk kepentingan masyarakat umum,” kata Sirwandi Laut Tawar.

Dalam kunjunganya di Aceh Tengah, Dahlan Iskan mengunjungi lokasi Proyek PLTA Peusangan di Kampung Bale, Kecamatan Lut Tawar, Kampung Sanihen Kecamatan Silih Nara dan objek wisata Pantan Terong. Ia didampingi oleh Direktut Perencanaan dan Teknogi Nasri Sebayang, GM Sumatera I Sulaiman Daud, GM Aceh Zulkifli, GM Pembangkit Listrik Jaringan (Pikitring) Bintatar Hutabarat dan GM Sumbar Muhammad Ari Jaya Pahlawan.(min)

Sumber : Serambinews.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar